10.11.09

HOKA-HOKA BENTO TELAH MENJADI BAGIAN HIDUPKU


Pada tanggal 20 Februari saya resmi menjadi karyawan di sebuah restoran Jepang yang cukup terkemuka. Saya sangat senang ketika menjalani hari pertama, semua karyawannya ramah-ramah. Sebulan menjalani sebagai karyawan apalagi yang ditunggu-tunggu selain FIRST SALARY alias gaji pertama. Saya senang ketika pertama kali mempunyai uang hasil dari jerih payah keringat sendiri.
Gaji pertama saya belikan keluarga saya menu hokben, senang sekali rasanya bisa membelikan adik-adik saya yang dulu sejak sekolah tidak pernah kesampaian.Enam bulan telah berlalu saya akhirnya menandatangani kontrak kerja selama satu tahun. Titik aman pertama gumam saya. Hari-hari saya lalui bekerja dengan giat mulai dari menyapu dan mengepel loby, mencuci piring, menstok akhir barang, dll. Sepertinya tidak ada kendala karena ini adalah pekerjaan sehari-hari saya dirumah.Setahun berlalu saya dipromosikan untuk menjadi staff inti. Waw,,,peluang yang sangat berharga gumam saya. Saya belajar psikotest dengan giat agar bisa lulus dengan hasil baik. Pucuk dicita ulam pun tiba, dari 5 orang teman saya ternyata saya dan teman perempuan saya lulus menjadi kasir. Perasaan gembira bercampur rasa aneh bercampur aduk menjadi satu karena memang pada dasarnya kasir memang dikhususkan kepada perempuan saja. Bukan itu saja saya terbiasa dengan pekerjaan pria yang lebih mengandalkan tenaga daripada otak. Tapi saya bertekad untuk belajar menjadi kasir yang kegiatannya lebih mengandalkan keluwesan dalam berhubungan langsung dengan customer.Bulan pertama menjalani kasir begitu berat banyak hal-hal yang saya tidak tahu dan selalu dimarahi senior kasir yang lebih lama. Akan tetapi itu bukan penghalang bagi saya untuk terus menguasai bidang saya dengan tekun. Hahaha akhirnya saya bisa menjadi pemimpin di counter, sungguh senang sekali karena memang kasir adalah frontliner bagi store. Segala kondisi atau masalah harus dipecahkan oleh kasir. Pada saat yang bersamaan saya juga mempunyai rencana untuk melanjutkan pendidikan saya. Sempat menemui kendala dalam menentukan kemana saya akan melanjutkan pendidikan akhirnya saya melabuhkan hati saya pada Universitas Gunadarma, karena memang kampus ini yang menjadi cita-cita saya sejak SMP. Akhirnya saya mendaftar di kampus tersebut dan diterima dengan hasil yang memuaskan!!!. Grade satu, tidak terbayang bagi saya nilai tersebuat saya dapatkan yang hanya mengenyam pendidikan SMK.Disaat lain saya juga berpikir tentang karir saya yang baru naik tapi juga tuntutan untuk melanjutkan pendidikan. Huh, bingung nih mau mementingkan yang mana?? Selama sebulan penuh saya memikirkan hal tersebut, menimbang dengan segala petimbangan dari semua sisi. Sudah mencoba berkonsultasi kepada orang tua, teman, manager tempat saya berkerja, akhirmya saya membuat keputusan penting!!. Saya memilih pendidikan saya, karena tuntutan zaman yang terus memaksa saya karena pendidikan adalah modal utama dalam bersaing di dunia global. Saya juga harus menerima kenyataan bahwa Hokben tempat saya bekerja tidak mengenal karyawan yang kuliah secara reguler.Perasaan sedih bercampur dengan keinginan untuk menjalani kerja sambil kuliah. Apa mau dikata, itulah yang terjadi pada kehidupan saya yang harus memilih salah satu dari dua jalan yang begitu baik bagi kehidupan dan masa depan saya. Menunggu saat yang tepat untuk berbicara dengan manager saya tidak semudah yang dibayangkan. Saya utarakan keinginan saya untuk membicarakan hal ini dengan manager saya. Cukup menyita waktu yang lama untuk bernegoisasi dengannya. Akhirnya ia memberikan dua opsi, ingin melanjutkan bekerja atau memilih pendidikan. Dengan pertimbangan yang matang saya mantapkan untuk memilih pendidikan saya. Begitu ironis hidup saya ketika saya mengutarakan hal tersebut. Manager saya hanya diam membisu tidak banyak bicara mendengar pernyataan saya.Akhirnya manager saya menerima keinginan saya, dan saya cukup menghabiskan kontrak saya hingga akhir bulan Oktober. Hari yang ditunggu-tunggu datang juga, yaitu hari dimana hari terakhir saya bekerja sebagai karyawan hoka-hoka bento. Hari dimana saya terakhir kali merasakan indahnya bercanda, tertawa, suka dan duka bersama teman-teman saya. Akh ini benar-benar sulit untuk dipercaya saya akan banyak kehilangan kenangan-kenangan indah bersama teman kerja yang cukup memberikan inspirasi bagi kehidupan saya.Saat-saat pertama sampai terakhir saya rekam kuat-kuat dalam memori otak saya. Saya tidak mau kehilangan sepenggal cerita pun kisah perjalanan hidup saya yang sangat berarti.Saya meminta maaf kepada semua teman-teman saya dan tidak akan pernah sekalipun untuk melupakan saat-saat bersama kalian. Teman-teman saya pun begitu berat hati melepaskan persahabatan sebagai rekan kerja yang sudah terjalin cukup lama. Seperti kehilangan semuanya, kehilangan teman saya, orang kantor, tempat saya melalui hari-hari kurang lebih dua tahun. Sulit dimengerti kenapa saya sampai saat ini masih belum cukup rela melepaskan semuanya.Hmmmh,,,Setidaknya saya telah mempunyai beberapa foto-foto terakhir saya bersama seluruh staff karyawan hoka-hoka bento untuk dokumentasi yang menjadi penghibur dikala saya rindu akan teman-teman saya.Terakhir kali saya pandangi seluruh tempat,seluruh sudut ruangan di mana saya selalu menjalani aktivitas kerja. Saya salami semua tangan teman saya, melambaikan ucapan selamat tinggal yang terakhir kali. Terima kasih hoka-hoka bento, terima kasih telah menjadi sepenggal bagian dari kehidupan saya.Ahmad Shibghatullah Shiddieqy.

0 komentar:

Posting Komentar

Diwajibkan untuk berkomentar untuk perkembangan blog ini tapi asal sopan dan membangun ya ok??