13.1.11

Susah menjadi Remaja



"Hhahaha,akhirnya gw kesampean juga ****** punya dia...beuh manteup,,lu harus coba,,bener kata si anu,,sekali digituin cewe kita jadi ketagihan,,enjoy aja,,"setan

Inilah petikan komentar teman saya melalui sms adacall,,yang sangat senang sekali di saat dia akhirnya telah mendapatkan apa yang diinginkannya dari pacarnya. Sontak saya kagethah karena tidak menyangka teman saya yang SMA dulu terkenal
pendiam,lugu,bahkan sering menjadi bahan tertawaan ketika dia masih saja menjomblogelakguling, sekarang seakan-akan telah melepas bebannya selama ini. Yang saya kagetkan bukan keberhasilannya mendapatkan "something" itu akan tetapi keinginannya yang sangat besar sehingga ia terlihat berbeda dari yang saya kenal. Saya tidak mengerti apa yang ada didalam pikirannya, tapi yang jelas faktor terbesar kecenderungan untuk berbuat demikian adalah sebagai berikut:nerd
1. Lingkungan
Lingkungan merupakanpengaruh yang cukup besar bagi perkembangan jati diri kita, karena disanalah kita tinggal,berinteraksi dengan tetangga,teman serta yang lainnya,sangat mudah informasi masuk melalui ini.banyakckp
2. Pergaulan
Tidak diragukan lagi inilah penyumbang faktor terbesar yang sangat berpengaruh terhadap pola pikir kita. Bayangkan jika kita mempunyai (maaf) teman yang otaknya mesum 10 orang dan orang yang alim 1 orang,,apa yang 1 orang ini akan didengar? Pasti yang 10 orang itulah yg kemungkinan besar berpengaruh.blur
3. Agama
Seharusnya Agama lah yang harus membentengi diri kita dari perbuatan demikian, karena apabila iman berperan dalam diri kita,,ia bisa menetralisir pengaruh-pengaruh yang masuk melalui rekan,media informasi dllbising. Semua agama pun saya yakin akan mengajarkan demikian.doa
4. Orang tua
Jika ditanya apakah Orang tua kita ikut berperan dalam perkembangan kita? jawabannya YA!! karena saya melihat faktor orang tua ini tidak melihat dari orang tuanya siapa,,tapi bagaimana perhatian orang tuanya. Coba kita tengok seorang anak yang orang tuanya terpandang,kaya,alim,atau tokoh setempat, anaknya bisa saja hamil diluar nikah,atau selalu keluyuran malam,intinya tidak terkontrol.Biasanya faktor kesibukan lah penyebab acuhnya perhatian orang tuanya pada perkembangan anaknya.takbole

Jika kita melihat 4 poin diatas apakah kita sebagai orang tua atau anak, sudah melakukan poin" tersebut? atau jangan" kita malah cuek saja dengan hal" tersebut? siulHendaknya Kita sebagai anak dan orang tua bekerja sama saling membantu dalam perkembangan menuju masa depan. Karena sesungguhnya bukan susah menjadi remaja tapi remaja yang buat susah.takbole

23 komentar:

Lozz Akbar mengatakan...

yup bener.. enggak susah kok menjadi remaja. jika kita bisa memanfaatkan masa muda kita untuk hal - hal yang positif dan tentunya bisa bermanfaat

Miecyber mengatakan...

Institusi keluarga perlu di jaga.Remaja akan terpelihara jika keluarganya aman...

Bayi 7 bulan lemas dalam kolam terbiar

Ahmad'z mengatakan...

@lozz: iya setuju mas,,selalu kaitkan dengan hal positif itu sddh cukup,,makasih dh kunjung,,
@miecyber: betul sekali,,keluarga ga perlu over protect yg ptg controlling,,makasih tas commentnya,,

SUKMA mengatakan...

Setuju sekali .... memang masa muda harus di gunakan sebaik mungkin untuk berpretasi

Ahmad'z mengatakan...

@mbak sukma:se-7!!! berprestasi dalam segala hal,,makasih tas kunjungannya,,

cucuharis mengatakan...

Saya berpikir bahwa segalanya berawal dari rumah
Jika rumah itu berisikan ORTU yang bisa memberikan tauladan, mampu mendidik dengan baik maka itu modal yg baik

Terus sekolah, saya berpikir apabila guru gak hanya mengajar tapi juga mendidik, memberi tauladan dengan baik maka ini modal yg baik

Tentu saja modal dari semuanya adalah ketaatan beragama. Jika keberagamaan itu telah dijalani dengan indah maka ini modal yg benar2 baik

Dan bergaulah dengan baik dengan orang2 yg baik :D

Fajar Sadiq mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Fajar Sadiq mengatakan...

Begitulah kehidupan kita hari ini, remaja dikepung berbagai ide dan gaya hidup hedonis. Bener Mas, mestinya semua pihak ikut andil: keluarga-masyarakat-bahkan negara. Negara kan yang punya power buat ngatur gimana pendidikan yang baik, ngatur media agar membatasi content mereka yang kebablasan, bikin payung hukum yang emang bisa bikin efek jera.

www.kimiagin.co.cc

mey mengatakan...

sy no comment mas. yg pasti smua bs ikut andil. shg tkadang sperti tdk masuk akal, krn syaiton smua yg baik bs brubah 180 drajat mjd sgt tdk baik. sgt2 tdk bs di duga.

salam sy

mhon trs kita do'akan http://kakmila.wordpress.com/2011/01/09/semangat-sembuh-untuk-sausan-2/

biskut mengatakan...

anak selalu nyalahkan ortu mereka kala dowank berada pada kondisi yang ngga keruan...padahal itu terpulang pada pemikiran dowank kerna saja ortu kita sudah didikin kita kan...ya,tapi apa pun ortu harus punya perhatian yang tetap berterusan.

suduthati mengatakan...

emang msh labil masa-masa itu, meski sebenarnya bukan hanya masa remaja itu yg labil. Yang katanya dewasapun msh sangat rentan. Kita semua harus selalu waspada dan membentengi diri. Berusaha menjadi lebih baik, selalu dan selalu...SEMANGATTTTT...

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

peran lingkungan dan iman yg lemah yg membuat remaja bisa begitu
disini peran orang tua lah yg paling penting

SekNeg Suradita mengatakan...

Buat Saya Agama itu yang Nomor Pertama..
Masalah gaul atau tidak.. itu tidak jadi masalah..
terima kasih sudah mau sharing..

Ahmad'z mengatakan...

@sekneg(dodo): ooo skrg promosi perum sekneg do? hehe

Chal Masih Disini mengatakan...

wedehh...
makin pintar saja nih abang w yang satu ini..
mantap bang ...

primeedges mengatakan...

Jadi inget tetangga yang pacarnya hamil udah 8 bulan baru nikah... saking minimnya pengawasan orang tua... *8 bulan coba! ngapain aja! :D

nasylo mengatakan...

kalau sudah berpacaran kena duduk renggang jangan rapat..dan bila dia fikir tentang kariernya kita fikir pula tentang anak kita tapi dia kata belum bersedia....

naughtyric mengatakan...

memang susah gan jadi remaja,
lingkungan baik pergaulan baik kluarga g baik jg jdi kacau bgitu pula sbliknya.
dri yg agan sebutin diatas mmang benar gan.

nice info, skalian udah ak follow gan :)

Merliza mengatakan...

hingga bermunculanlah para ababil mas ya..
abegelabil... sepakat saya sama point2 di atas mas :)

auraman mengatakan...

semoga buat yang masih muda, bisa memanfaatkan semua hal positif yang ada disekelilingnya dan terjauh dari hal hal negativ

Agung A. Kusuma mengatakan...

masa2 remaja memang sangat rentan dengan faktor lingkungan..

rezkaocta mengatakan...

"sesungguhnya bukan susah menjadi remaja tapi remaja yang buat susah"

aku suka kalimat ini.

emang sih, di umur segini kita 'penasaran' untuk mencoba banyak hal. tapi bukan berarti kita jadi tutup mata thdp batasan-batasan yang ada...inget koridornya...kita semua punya agama...
*kok jd ceramah ya??*

lam knal fren , 2 jempol kaki buat postingan ini.hehee
:)

Noeel-Loebis mengatakan...

mantap pemikiran mu

Posting Komentar

Diwajibkan untuk berkomentar untuk perkembangan blog ini tapi asal sopan dan membangun ya ok??